Mon04192021

Last update03:59:51 PM GMT

alt

SUMATERA

WALIKOTA MEDAN TANDA TANGANI MOU DENGAN BUPATI DELI SERDANG

PelitaPos – Medan, Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan pemerintahan, pembangunan, perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kota Medan menjalin Kerjasama Lintas daerah dengan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.

          Kerjasama ini ditandatangani langsung oleh Walikota Medan Drs. H T Dzulmi Eldin S, M.Si bersama dengan Bupati Deli Serdang H. Ashari Tambunan dalam Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama Lintas Daerah di Heritage Hotel Grand Aston Medan, Rabu (24/1).

Read more:

WALIKOTA MEDAN DAMPINGI TIGA MENTERI TINJAU JALUR GANDA MEDAN-KUALANAMU.

alt

PelitaPos - Medan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Keuangan Sri Mulyani serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meninjau pengerjaan proyek jalur kereta api layang ganda Medan-Kualanamu di Stasiun Kereta Api Medan, Rabu (17/1).

Read more:

Walikota Intruksikan Bawahannya Segera Atasi longsornya pekerjaan Underpass Titi Kuning

Medan (PP) - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi langsung menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemko Medan segera menyikapi dan mengambil langkah cepat untuk menyikapi longsornya pekerjaan Underpass Titi Kuning yang mengakibatkan kabel tanah sebagai pensupplay ke gardu induk Jalan Listrik menjadi padam.

Tak pelak peristiwa itu menyebabkan aliran listrik di sejumlah wilayah di Kota Medan menjadi padam, sebab material longsor, termasuk pondasi beton mengganggu kabel tanah 150 dan 20 KV. Oleh karenanya Wali Kota minta agar OPD terkait segera berkoordinasi dengan pelaksana proyek, termasuk pihak PLN sehingga persoalan listrik padam dapat diatasi.

Dikatakan Wali Kota, dirinya telah memerintahkan Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan Khairul Syahnan, OPD terkait lainnya serta camat setempat supaya berkoordinasi dengan dengan pelaksana proyek Underpass Titi Kuning untuk mengatasi longsor tersebut.

“Dengan koordinasi yang dilakukan tersebut, kita tentunya bisa mengetahui apa yang bisa kita lakukan untuk membantu mengatasi masalah longsor . Apabila pelaksan proyek Underpass Titi Kuning membutuhkan alat-alat berat, kita siap membantunya, termasuk personel sekali pun. Intinya, masalah longsor harus cepat diatasi,” kata Wali Kota di Medan, Rabu (12/9).

Sejalan dengan penanganan longsor yang dilakukan, Wali Kota kemudian memerintahkan kepada Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan HM Husni  agar berkoordinasi sekaligus bersama-sama dengan pihak PLN Medan untuk mengatasi listrik padam tersebut.

“Listrik padam harus secepatnya diatasi, sebab aktifitas masyarakat banyak sekali yang tergantung dengan listrik. Kita tidak mau aktifitas masyarakat terganggu. Dengan kerja sama dan semangat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, insha Allah persoalan listik padam dapat diatasi,” ungkapnya optimis.

Oleh karenanya Wali Kota pun berharap kepada warga, terutama yang listriknya padam agar dapat  bersabar menyikapi persoalan ini.  “Jajaran kita beserta pelaksana proyek Underpass Titi Kuning serta PLN akan bahu mengatasi masalah ini, sehingga listrik padam secepatnya diatasi,” harapmya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak PLN, pasca longsor terjadi menyebabkan aliran listrik di sejumlah wilayah di Kota Medan terputus. Adapun kawasan yanglistriknya terputus iantaranya Jl Madong Lubis, Jl Thamrin, Jl Veteran, Jl Sutomo, Jl HM Yamin, Jalan Timor, Jl Bangka, Jl Pandan, Pajak Sambu dan Jl Timur Bau.

Kemudian disusul seputaran Sun Plaza, Jl Kereta Api, Jl  Merak Jingga, Uniland Plaza, JW Marriot, Jl  Stasiun KA dan Jl Perniagaan. Kemudian Jl KH Zainul Arifin, Jl Muara Takus, Jl Pagaruyung, Jl Cik Ditiro, Jl Taruma, Jl Mahyana dan Jl Jenggala.

Selanjutnya Jl Palang Merah, Jl Kol Sugiono, Jl Mangkubumi, Jl Masjid, Jl Pemuda, Jl Suprapto, Jl Multatuli, Jl Imam Bonjol. Lalu Jl Putri Hijau, Komplek TVRI, Jl Gudang, Jl Guru Patimus, Jl Sei Deli, Kanto Pos dan Jalan Balai. Selain itu RS Murni Teguh dan Centre Point, Jl Cut Mutia, Jl Kartini, Jl Agus Salim, Jl Samanhudi dan Jl Juada.

Listrik padam juga terjadidi Jl Monginsidi, Jl Polonia, Jl Starban,  Komplek AURI, Jl Karya Pembangunan, Jl Karya Sejati, Jl Ternak, Jl Pekong, Jl Suwondo, Jl Perhubungan, Jl Wali Kota , Jl Masdulhak, seputaran Jl suparman, Jl Dr Mansyur,Jl Diponegoro, Jl Hang Tuah, seputaran Lapangan Merdeka, seputaran Jl Thamrin serta Jl Hindu.

PTPN III Holding dan PT Telkom Indonesia Teken MOU Penggunaan Sumber Daya Pengembangan Sistem Tekn

Medan,Pelirta Pos. Bertempat di Lantai III Gedung Graha Nusatiga Kantor Perwakilan PTPN III Jalan Proklamasi No. 25 Jakarta Pusat, Direktur Enterprise & Business Service PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Muhammad Awaluddin dan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Bagas Angkasa disaksikan oleh Erwan Pelawi Direktur Keuangan PTPN III, Rafjon Yahya Direktur Korporasi PTPN III, Siti Choiriana EGM Divisi Enterprise Service dan Dwi Sulistiani General Manager Enterprise Service Division melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Sinergi Pemanfaatan Sumber Daya Perusahaan

Read more:

Pemko Medan dan Pemko Tangerang melakukan kerjasama di bidang smart city

Medan (PP) - Pemko Medan dan Pemko Tangerang melakukan kerjasama di bidang smart city. Sebab, Pemko Medan tertarik dengan program smart city yang telah diterapkan Pemko Tangerang saat ini. Dengan kerjasama yang dilakukan tersebut, Pemko Medan akan mengadopsi sekaligus mengembangkannya di Kota Medan.

Kerjasama itu dituangkan dalam bentuk penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan langsung Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi dan Wali kota Tangerang H Arief R Wismansyah di Pemko Tangerang, Jumat (21/9/2018). Dengan kerjasama yang dilakukan ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan dilakukannya MoU tersebut, ada 21 aplikasi baik itu layanan publik dan pemerintahan yang akan turut dikembangkan Pemko Medan. Di samping itu Pemko Medan sangat tertarik dengan aplikasi command centre  yang bernama Tangerang Live Room yang berada di lobi Kantor Wali Kota Tangerang.

Tangerang Live Room (TLR) merupakan ruangan untuk memonitoring berbagai aktifitas organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Tangerang. Di samping itu TLR juga berfungsi untuk menghimpun data-data atau informasi dari masing-masing OPD. Melalui data maupun informasi itu nantinya menjadi acuan untuk menindaklanjuti  apa yang menjadi masalah di Kota Medan.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan langsung Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi dan Wali kota Tangerang H Arief R Wismansyah di Pemko Tangerang, Jumat (21/9/2018). (Tribun Medan/HO)

Oleh karenanya Wali Kota sangat tertarik dengan TLR  dan ingin mempelajari pembangunan command centre tersebut. “Apabila kita dapat membangun command centre seperti TLR ini di Kota Medan, tentunya dapat memantau kinerja para OPD. Di samping itu juga dapat menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan masyarakat,” kata Wali Kota.

Kemudian Wali Kota membuka pintu bagi Pemko Tangerang  jika ingin menjalin kerjasama di bidang lainnya yang sudah dibuat dan dijalankan Pemko Medan saat ini. “Kita siap membuka diri apabila Pemko Tangerang ingin melakukan kerjasama  dengan Pemko Medan. Sebab, kerjasama yang dilakukan semata-mata untuk meningkatkan kinerja sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Wali kota.

Penandatanganan MoU antara Wali kota Medan dengan Wali Kota Tangerang turut dihadiri Kadis  Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Medan  Zain Noval, Kabag Hakda Setdako Medan Rivai Nasution dan Kabid Persandian Dinas Kominfo Medan Tofan Ginting. Di sela-sela penandatanganan MoU, Zain Noval juga melakukan  penandatangan perjanjian kerjasama dengan Kadis Kominfo Kota Tangerang Syamsul Bahri.

Dalam kerja sama itu disepakati adopsi dan adaptasi aplikasi yang akan diterapkan di Pemko Medan melalui Dinas Kominfo Medan. “Dengan dilaksanakannya kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat dengan cepat dan maksimal,” ungkap Zain Noval.

 

 

Evy : Syarat Islah.Partai Nasdem Minta Jatah Kepala Dinas

 

altJAKARTA (Pelita Pos) - Islah antara Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dengan wakilnya Tengku Erry Nuradi disebut-sebut bukan tanpa pamrih. Kabarnya NasDem, partai tempat Erry bernaung meminta jatah jabatan kepada sang gubernur sebagai imbalan.

 

Hal ini diakui oleh istri Gatot, Evy Susanti. Istri kedua Gatot itu menyebut jika partai besutan Surya Paloh meminta jatah kepala Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) di Pemprov Sumut.

"Iya, memang ada (permintaan)," ungkap Evy usai menjalani pemeriksaan bersama Gatot di KPK, Kamis (29/10).

Sayang ketika ditanya siapa yang mengutarakan permintaan tersebut, Evy bungkam. Dia langsung bergegas masuk mobil tahanan yang menunggu di halaman gedung KPK.

Mantan pengacara Gatot dan Evy, Razman Arief Nasution juga pernah mengungkapkan hal yang sama. Dia menyebut bahwa dalam pertemuan antara Gatot dan sejumlah petinggi NasDem pada bulan Mei silam bukan sekadar membicarakan islah.

"Ada pembicaraan power sharing (bagi-bagi jabatan)," kata Razman di Jakarta, Selasa (6/10) lalu.

Razman bahkan klaim punya bukti berupa dokumen kesaksian Evy kepada penyidik KPK. Di dalam dokumen tersebut terungkap jelas isi pertemuan islah yang bertempat di kantor DPP NasDem itu.

Pertemuan islah di DPP NasDem selama ini diklaim hanya dihadiri Surya Paloh, Tengku Erry Nuradi, OC Kaligis dan Gatot. Namun informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa permintaan jabatan diutarakan oleh kakak dari Surya Paloh, Rusli Paloh.

Permintaan sendiri diduga kuat terkait upaya Gatot mengamankan kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial yang ditangani Kejaksaan Agung. Politikus PKS itu meminta bantuan petinggi NasDem untuk melobi Jaksa Agung M Prasetyo agar tidak menjerat dirinya. (jP)

Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi menerima obor Asian Para Games 2018

Medan (PP) - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi menerima obor Asian Para Games 2018 dari Gubsu Edi Rahmayadi di halaman Kantor Gubsu, Sabtu (22/9/2108). Obor itu selanjutnya diinapkan di Kota Medan dan selanjutnya  akan diarak keliling Kota Medan, Minggu (23/9/2018).

Pengarakan ini dilakukan dalam upaya untuk mensosialisasikan sekaligus mengajak masyarakat mendukung sekaligus  mensukseskan pelaksanaan pesta olahraga difabel tingkat Asia tersebut.

Sebelumnya, obor Asian Para Games yang diambil dari sumber api abadi Mrapen di Grobongan, Jawa Tengah itu diserahan Ketua Indonesia Indonesia Asian Para Games 2018Organizing Committee (INAPGOC) Raja Sapta Oktohari kepada Gubsu.

Sebelum tiba di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, obor telah diarak di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.

Usai penyerahan obor kepada Wali Kota, Gubsu mengatakan, obor ini menandakan semangat olahraga khususnya bagi kaum difabel. Oleh karenanya penyerahan obor yang dilakukan itu merupakan sejarah bagi Provinsi Sumatera Utara.

Itu sebabnya mantan Pangkostrad itu mengucapkan terima kasihnya kepada INAPGOC karena telah mempercayakan Sumut, terutama Kota Medan sebagai salah kota yang dilintasi Kirab Obor Asian Para Games 2018.

 “Hari ini merupakan sejarah bagi Provinsi Sumut. Untuk itu kita memberikan apresiasi kepada INAPGOC. Di samping itu kita juga mengapresiasi Pemko Medan dan masyarakat karena snagat antusias dalam menyemarakkan Kirab Obor Asia Para Games 2018.

Semoga rasa antusiasme dan semangat dari masyarakat di sini dapat menjadi motivasi bagi atlet difabel kita yang akan bertanding nanti,” kata Gubsu.

Sedangkan Wali Kota Medan Drs T Dzulmi Eldin S MSi berharap dengan diaraknya obor ini, warga Kota Medan ikut mendukung dan mensukseskan Asian Para Games 2018 yang akan berlangsung di Jakarta 6-13 Oktober mendatang.

Apalagi Indonesia merupakan negara ketiga menjadi tuan rumah setelah China dan Korea Selatan.

 “Kita harapkan kesuksesan menggelar Asian Games 2018 dapat menjadi inspirasi dan spirit sehingga perhelatan Asian Para Games 2018 kembali menuai sukses.

Pemko Medan beserta seluruh jajaran beserta masyarakat Kota Medan mendukung penuih suksesnya pelaksanaan Asian Para Games yang akan diikuti sekitar 3.886 atlet difabel dari 42 negara di Asia tersebut,” harap Wali Kota.

 

 

PENGERUKAN HUTAN MANGROVE DI PANGKALAN SUSU DIDUGA TANPA IZIN

 

repro

Pangkalansusu (Pelitapos))-Meski tanpa memiliki izin resmi dari pemerintah, tapi praktik pengerukan kawasan hutan mangrove yang dilakukan oknum pengusaha masih saja berlangsung di pesisir pantai Desa Sei Meran, Kecamatan Pangkalansusu, Langkat.



Pengerukan menggunakan alat berat escavator dan telah berlangsung dua bulan yang hingga saat ini masih berlanjut, ujar Kades Sei Meran, Jailani kepada Media baru baru ini saat melakukan peninjauan di lokasi yang sedang dibendung.

Menurut Jailani, sejak pertengahan Juni lalu escavator diturunkan membangun tanggul/benteng di kawasan hutan mangrove hingga menjelang akhir Juli, oknum pengusaha belum memiliki izin “saya sendiri selaku Kades tak pernah mengeluarkan sepotong surat terkait pengerukan lahan, “ujarnya.

Sesuai laporan kata Jailani yang saya terima, kawasan mangrove yang dikonversi akan dijadikan areal pertambakan udang. Dan lahan tersebut dibeli oknum pengusaha dari seseorang yang mengaku pemilik lahan yang sebelumnya merupakan areal pertambakan udang alam, kata Kades.

Pantauan SIB di lokasi pengerukan, lahan kawasan hutan mangrove yang sudah  dibendung diperkirakan mencapai tiga hektare lebih. Sementara satu unit escavaror terlihat sedang terpuruk di dalam lumpur benteng pengerukan.

Secara terpisah dikonfirmasi , oknum pengusaha, H Tar mengatakan, lahan yang dikonversi merupakan eks tambak alam. “Lahan tersebut saya beli dari seseorang selaku pemiliknya, dan bukan pembukaan lahan baru”, ujarnya Disinggung terkait perizinan, ia enggan menjawab. (S)

Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi kembali menghadiiri Forum Global Harbor Cities

Medan (PP) Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi kembali menghadiri undangan untuk mengikuti Forum Global Harbor Cities di Kota Khaosiung, Taiwan, yang berlangsung mulai 25-27 September 2018. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari forum yang telah digelar pertama kali dua tahun silam (2016).

Dalam forum yang kedua ini, para peserta yang berasal dari 25 kota pelabuhan terbesar di dunia, termasuk Kota Medan membahas pentingnya menjalin kerja sama sekaligus upaya mengendalikan pembangunan industri baru, keberlanjutan dan ekonomi samudra. Di samping itu juga sebagai sarana bertukar informasi tentang peluang dan tantangan yang muncul dengan adanya perkembangan teknologi dan restrukturisasi perekonomian dunia

Dikatakan Wali Kota, dipilihnya Kota Kaoshiung sebagai tuan rumah penyelenggaraan forum ini untuk kedua kalinya karena kota yang merupakan hasil penggabungan Kota Kaohsiung dan Kabupaten Kaohsiung  sejak 25 Desember 2010 dianggap berhasil dalam merevitalisasi kawasan industri lama yang identik sebagai kawasan bersejarah menjadi kawasan industri baru.

“Forum ini sangat penting  digelar guna membicarakan tentang bagaimana pentingnya sebuah kota pelabuhan dalam menghadapai landscape global yang selalu berubah. Kemudian  bagaimana  mengatasi tantangan serta upaya membangun kerjasama antar anggota forum untuk berkembang bersama,” kata Wali Kota.

Dalam forum yang dihadiri perwakilan kepada daerah yang memiliki wilayah pelabuhan terbesar seperti  Hong Kong, Singapura, Rotterdam (Belanda) dan Selandia Baru, jelas Wali Kota, ada 4 agenda yang menjadi topik pembahasan. Pertama, terkait  manfaat pengembangan pelabuhan bagi sebuah Kota.

 

 

Subcategories

 

alt

alt